Selasa, 09 November 2010

Kudu weru #2



Proklamasi Kemerdekaan di Cirebon
Tahukah anda bahwa pada tanggal 15 Agustus 1945, di Cirebon pernah dikumandangkan proklamasi kemerdekaan? Konon proklamasi tersebut di bacakan oleh Dr Sudarsono, kepala RS Gunung Jati saat itu. Proklamasi di bacakan atas instruksi dari Sutan Sahrir,yang menndengar penyerahan Jepang terhadap sekutu melalui Radio. Pada awalnya Sahrir meminta kepada Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikannya sebelum penyerahan resmi Jepang terhadap sekutu, agar proklamasi Indonesia tidak terkesan pemberian dari Jepang. Namun Soekarno-Hatta menolaknya dengan alasan proklamasi harus tetap melalui proses sidang BPUPKI.
Lokasi dibacakannya proklamasi diyakini di Alun-alun Kejaksan,dengan dihadiri oleh segelintir orang dan sedikit publikasi. Karena itu di sana dibagun sebuah monumen setinggi kurang lebih tiga meter dengan bentuk mirip pinsil berwarna putih untuk memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 15 Agustus 1945 di Cirebon. (NC)

Asal Usul Kata “Bobad” (Bohong)
Dalam bahasa Cirebon mengenal kata bobad yang dalam bahasa indonesia berarti bohong. Kata bobad dalam bahasa Jawa Cirebon ini tidak terdapat pada kosakata bahasa Jawa lainnya, baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.
Kata Bobad diambil dari sebuah peristiwa di masa lampau, yaitu Perang Bubat. Perang antara Majapahit dan Padjadjaran yang terjadi di daerah Bubat (Di Jawa Timur dekat Istana Trowulan Majapahit). Perang tersebut oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat (Sunda) dianggap sebagai sebuah kebohongan besar. Dimana rombongan kerajaan Padjadjaran yang akan berkunjung ke Ibu Kota Majapahit atas undangan Raja Majapahit, Baginda Raja Hayam Wuruk, dengan tujuan untuk menikahkan sang Putri Diah Pitaloka dengan raja Majapahit tersebut, diserang oleh tentara Majapahit secara mendadak. Sehingga seluruh rombongan Kerajaan Padjadjaran termasuk sang baginda dan putrinya tewas dalam peristiwa tersebut.
Rupanya peristiwa tersebut membekas di hati rakyat pasundan khususnya masyarakat Cirebon yang masih memiliki kekerabatan dengan Kerajaan Padjadjaran,  sehingga kata bubat masuk dalam bahasa sehari-hari masyarakat Cirebon menjadi kata Bobad untuk menggambarkan sebuah kebohongan. (NC)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar